Desember 2019

Sabtu, 07 Desember 2019

WAR ROOM – PRAYER IS A POWERFUL WEAPON


Mungkin kalian ada yang sudah pernah mendengar atau menonton film War Room. Film ini sudah lama ditayangkan pada tahun 2015, yang merupakan film garapan Kendrick Brothers’ setelah film ‘The Facing Giant’. ’Fireproof’ dan ‘Courageous’. Film ini menceritakan tentang nuansa Religi Kristiani. Tetapi, film ini tidak hanya layak ditonton oleh orang Kristen saja, melainkan semua orang yang punya nilai – nilai kemanusiaan (humanisme) juga wajib menontonnya. Mengapa? Karena di balik film tersebut ada beberapa pelajaran dan pesan yang bisa kamu dapatkan lho.

Film War Room yang menggugah cerita tentang Kuasa Doa
Buat kamu yang belum nonton ini, ayo kudu nonton! Film ini menggugah tentang kesadaran orang – orang bahwa kuasa doa bisa mengubah hidup seseorang, seperti karakter, sikap dan perilaku. Tahukah kamu, doa adalah sesuatu yang penting dalam kehidupan manusia. Melalui doa, kita bisa mengubah dunia kita menjadi lebih baik, cara pandang terhadap seseorang berubah, menghadapi masalah pun jadi lebih sabar, tidak mudah tersulut emosi. Bahkan dengan kekuatan sebuah doa membuat sesuatu yang mustahil menjadi MUNGKIN. Itulah doa. Doa merupakan komunikasi penting manusia dengan Tuhan. Bagaimana jika tidak disertai dengan doa? Bakal merasa hampa tanpa Tuhan, bukan?
Setiap orang diberi tugas untuk berdoa atau menaikkan doa dengan tujuan adalah berperang melawan musuh agar memperoleh kemenangan. Strategi doa yang kita lakukan bukan untuk melawan “darah” atau “daging” melainkan “penghulu – penghulu di udara” dan berbagai persoalan atau pergumulan yang dihadapi. Seperti masalah keuangan, keluarga yang memiliki perbedaan prinsip atau tujuan hidup, rumah tangga, masa depan, sakit – penyakit atau pasangan hidup. Meskipun setiap orang memiliki kasus yang berbeda tidak seperti pada film War Room yang telah kita tonton.
Film War Room bercerita tentang kehidupan keluarga Tony dan Liz sebagai suami istri dan beranak satu perempuan, Danielle. Mereka awalnya sukses dalam berkarier. Namun, bukan cuma pekerjaan yang mapan, apalagi memiliki rumah yang bagus saja. Sesungguhnya, kehidupan mereka berada di ambang kehancuran dalam hal pernikahan dan perjuangan dalam melewati setiap kesulitan.
Hal tersebut terjadi disebabkan oleh ketidakpercayaan telah mempengaruhi mereka berdua hingga menimbulkan ketidaksetiaan meracuni hati Tony dalam kegelapan. Sementara itu, perasaan marah, kepahitan, dan kebencian telah merasuki hati dan pikiran Liz.
Keputusasaan yang dialami Liz akibat masalah tersebut, namun dirinya tidak berpangku tangan saja. Dia memutuskan berjumpa dengan seorang Janda tua, Oma Clara, yang memiliki pikiran yang aneh. Pertemuan mereka berdua yang tidak disangka akhirnya berhasil mengantarkan iman yang menakjubkan dan membuahkan kesuksesan dalam kehidupan keluarga Tony dan Liz. Melalui cara yang aneh dilakukan oleh Oma Clara, yang dia sebut adalah “Strategi Doa Melawan Iblis”.

“Musuhmu adalah bukan suamimu, tetapi iblis. Serahkan saja semuanya kepada Tuhan.”
– Oma Clara –

Pada akhirnya Liz memutuskan strategi baru sesuai surveinya di rumah Oma Clara yang memiliki ruang pertempuran (War Room) dengan mengosongkan lemari pakaian dan mengubahnya menjadi ruang doa, tempat berkomunikasi dengan Tuhan, tempat untuk berperang melawan iblis, dan satu hal yang tidak pernah dilupakan adalah mencatat setiap pokok doanya.

Membuat Sebuah Pokok Doa
Meskipun cara yang diajarkan oleh Oma Clara tidak mudah bagi Liz, namun dia tidak menyerah pada strateginya. Meskipun juga imannya kadang naik kadang turun, dia tetap berusaha pada strateginya yaitu berdoa, bertempur melawan iblis demi pernikahan dan kehidupan keluarga serta karier bersama

"Tetapi, jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu" – Matius 6:6.

Percayalah bahwa cara seperti ini mungkin bisa dianggap benar. Kamu bisa mencobanya di rumah dengan mencari ruang kosong sebagai ruang doa. Namun, poin terpenting adalah tetap mempercayai bahwa Tuhan itu ada untuk kita. Dia tidak akan meninggalkan kita sendiri, saat kita sedang dalam masalah entah pergumulan hidup yang dihadapi dan harus diperjuangkan. Maka, dengan bersama Tuhan kita akan memperoleh kemenangan setelah berjuang melawan iblis. Seperti di dalam kisah film War Room, Liz akhirnya menyadari bahwa Dia itu ada bagi kita, Dia membela Oma Clara bersukaria di balik kesusahannya karena Tuhan kembali memberi kemenangan bagi setiap orang yang mencari wajahNya.

“Jika kau menginginkan kemenangan, kau harus menyerah lebih dulu. Ketika kita menyerah, Tuhan adalah pembela yang baik. Ia akan membela anak-anakNya yang berjalan sesuai dengan firmanNya. Jangan menjadikan suami kita sebagai musuh karena musuh yang sesungguhnya adalah iblis. Iblis ingin menghancurkan pernikahan kita dan iblis senang jika suami istri bertengkar. Maka, berperanglah melawan iblis dalam doa demi keselamatan pernikahanmu. Jangan biarkan iblis mencuri kebahagiaan kita.” – Oma Clara –

Nah, di balik film War Room ada beberapa pesan yang dapat kita petik. Terutama kamu dapat belajar tentang: Bagaimana sih  cara agar sabar dalam menghadapi persoalan, tetap berbuat baik sama orang lain walau orang itu sudah jahat sama kita? Bagaimana mengasihi pasangan dan mau memaafkan dengan tulus terhadap pasangan yang sudah menyakiti hati kita? Bagaimana pula agar hubungan pernikahan tetap harmonis hingga akhir hayatnya? Bagaimana agar bisa sukses dalam berkarier dan berbisnis? Dan banyak lagi yang dapat kita lakukan dengan berdoa dan berserah kepada Tuhan.


Thank God for Your chance to me for a few days ago. Here is my story.

Pada beberapa hari yang lalu saya berkesempatan menonton film War Room. Saya tidak pernah lupa akan jalan cerita dari film itu yang sudah pernah ditonton sejak dari kapan. Sekarang sudah kedua kalinya bagiku. Film ini benar – benar bagus, sangat menghibur dan menginspirasi hati kamu, terutama teman – teman yang punya pergumulan hidup dan mencari cara untuk bertempur melawan iblis. Setelah menonton film tersebut dalam waktu 2 jam, ternyata film ini mengingatkan saya akan banyak hal, termasuk tentang seseorang dan masa lalu. Tetapi bukan cuma satu orang saja, melainkan ada banyak orang yang ingin kudoakan.
Sejak sebelum menonton film tersebut untuk kedua kalinya, beberapa waktu lalu saya pernah sekali menulis secarik kertas tentang pokok doa yang ingin kudoakan terus menempelkannya di sebuah papan pokok doa bahkan juga pernah memasukkannya ke kotak pokok doa di gereja (di Remaja dan di Pemuda dulu). Di rumah juga biasanya pernah kulakukan, seperti biasa menulis secarik kertas pokok doa lalu menempelkannya di mana saya sudah lupa. Bahkan juga menyimpannya di balik buku catatan hingga hilang. Namun, saya tidak pernah lupa tentang pokok doa yang telah kutulis hingga sekarang. Ada banyak pokok doa yang telah saya tulis hingga tidak sempat saya tulis (malah pernah menulis status berupa doa di media sosial walaupun jarang), mulai dari tentang keluarga, pekerjaan yang belum didapati, masa depanku, pasangan hidup hingga keuangan. Saya tidak ingin berharap pokok doaku akan dibaca sama teman gereja atau majelis jemaat gerejaku. Meskipun mereka tahu saya sedang dalam pergumulan hidup hingga pernah didatangi oleh mereka ke rumahku untuk melawat dan mendoakan.
Setelah menonton film tersebut, saya pun teringat kembali tentang masalah yang tidak bisa saya lupakan setelah pokok doa tersebut beberapa waktu lalu. Saat menonton filmnya saya berusaha memendam perasaanku yang kecewa tentang seseorang teman, yang tidak bisa saya sebut namanya yang sengaja menyakitiku karena suatu hal. Saya tahu ini semua karena salah saya. Saya berdoa dan memilih melepaskan pengampunanku kepada Tuhan dan juga kepada temanku. Saya pasti sedih dan takut jika something will happen to him padahal dia hanyalah temanku dan belum apa – apa juga. Saya tetap berdoa setelah kejadian tersebut hingga sekarang. Walaupun masih belum membuahkan hasil juga termasuk hubungan saya dan dia masih belum baikan. Sejak itu, sama seperti pada film War Room yang saya tonton, saya memutuskan mencari teman curhat dan timbullah yang ada di pikiranku adalah teman gerejaku yang orangnya baik dan paham tentang masalahku dengan teman selain tentang pekerjaan dan lainnya. Pertemuan saya dengan dia mulai dari chat WA, Video Call hingga bertemu secara langsung di rumahnya benar - benar merupakan momen yang tidak terlupakan bagiku. Dia selalu hadir menghibur dan mendoakan saat aku sedang sedih dan kecewa.
Tetiba di balik bisikan doaku dari Tuhan : “Sabarlah, Nak. Semua bukan salahmu. Sebetulnya bukan salahmu ataupun dia. Tetapi, iblislah yang melakukannya hingga mempengaruhi pikiran dan menyebabkan masalah. Itulah yang terjadi padamu. Serahkan saja kepada-Ku. Tuhan sudah melepaskan pengampunan untuk kamu. Tunggu waktunya ya, Nak.” Saya masih bisa menjawab bisikanNya, “Tuhan, saya serahkan semuanya kepadaMu. Semoga kiranya Engkau bisa mengampuniku dan dia, melembutkan hatinya dan bisa berbaikan denganku sebagai teman seperti teman – teman lainnya. Dengan tidak menyakitiku dan teman – teman lainnya karena keterbatasan fisik sepertiku. Saya tidak akan membiarkan dia terkungkung dengan cara seperti ini merugikan orang lain karena aku. Amin.” Setiap hari saya berdoa, tidak pernah berhenti menyebut nama orang – orang yang tidak bisa saya lupakan, termasuk keluargaku juga.  Sejak setelah itu, saya berusaha untuk menenangkan hati dan pikiran seolah semua akan baik - baik saja. Tetap berpikir positif sih sudah seharusnya, meskipun dia masih berubah sikapnya terhadapku dari biasanya. Padahal masih sempat berpapasan dengannya. Dan pada akhirnya saya memilih diam hingga waktunya bagi dia untuk berbaikan kembali denganku.
Berdoa setiap hari, berjam – jam saya biasa lakukan di rumah, bahkan di kantor pun saya bermeditasi dan berdoa sebelum mulai bekerja. Saya memohon kehadiran Tuhan di dalam doaku dan juga untuk pergumulan hidupku agar imanku tetap kuat dalam bertempur melawan iblis. Teringat akan film tersebut, saya kembali memulai mencoba menulis secarik kertas tentang permohonan doa dan menempelkan di dinding walaupun saya tidak punya ruang kosong.
Mungkin orang – orang kadang tidak percaya akan kuasa doa yang disampaikan Tuhan melalui orang yang berdoa. Jangan ragu untuk berdoa dan berkomunikasi dengan Tuhan. Seperti ayat Matius 6 : 6 merupakan pesan penting untuk kita semua yang mau berdoa. Carilah tempat yang sepi, seperti di kamar sendiri lalu tutup pintunya dan mulai berdoa.

So, this is the end of my story. Semoga kamu mungkin teman Dengar atau teman Tuli siapapun yang sedang berada di ambang kehancuran, kepahitan, keputusasaan hingga mulai bergumul kepada Tuhan. Kamu dapat memulai waktumu dengan berdoa dan berkomunikasi dengan Tuhan. Atau dapat memulai waktu untuk mencari ruang kosong sebagai tempat pertempuran doa.


“Prayer is what opens up the floodgates for God to come down and He involved in our everyday cicrcumstances.”
(Doa adalah yang membuka pintu air bagi Allah untuk turun dan Dia terlibat dalam situasi sehari-hari kita.)